Penurunan Kadar Klotho Darah Meningkatkan Risiko Kematian Kardiovaskular pada Pasien Penyakit Ginjal Kronis

Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab utama kesakitan dan kematian pada pasien dengan penyakit ginjal kronis (PGK). Penyakit kardiovaskular pada PGK meningkat seiring dengan penurunan fungsi ginjal. Penyakit kardiovaskular berkontribusi hingga 30-50% dari semua penyebab kematian pada pasien dengan PGK di seluruh dunia. Selain faktor risiko tradisional seperti diabetes dan hipertensi, peningkatan kematian kardiovaskular pada pasien PGK juga dipengaruhi oleh peningkatan stres oksidatif dan inflamasi, yang terjadi bersamaan dengan penurunan fungsi ginjal. Oleh karena itu, penilaian inflamasi dan stres oksidatif yang berkelanjutan berguna untuk memprediksi risiko penyakit kardiovaskular pada pasien PGK.

Gen Klotho adalah gen terkait penuaan yang terutama diekspresikan pada permukaan sel tubulus ginjal. Polimorfisme nukleotida tunggal G395A adalah variasi gen klotho yang paling umum pada populasi Asia dan berhubungan dengan penyakit kardiovaskular. Polimorfisme ini dapat memengaruhi ekspresi klotho, di mana defisiensi klotho telah dikaitkan dengan peningkatan risiko hipertensi, penyakit jantung koroner, dan sindrom metabolik.

Ginjal adalah pengatur utama yang membantu menjaga kadar klotho darah dalam kondisi normal. Pasien PGK mengalami penurunan klotho karena gagal mempertahankan kadar klotho yang selanjutnya dapat menyebabkan kalsifikasi pembuluh darah dan peningkatan kadar fosfat darah. Kalsifikasi pada dinding pembuluh darah dikaitkan dengan risiko kematian kardiovaskular yang lebih tinggi. Penurunan kadar klotho memiliki pengaruh terhadap kalsifikasi pembuluh darah, disfungsi endotel, dan risiko aterosklerosis pada pasien PGK. Sebuah studi sebelumnya mengungkapkan bahwa peningkatan kadar klotho darah dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskular yang menyiratkan bahwa kotho memainkan peran penting terhadap pencegahan penyakit kardiovaskular.

Penelitian yang dilakukan oleh Hendri Susilo dkk. bertujuan untuk mengetahui peran polimorfisme gen klotho G395A dan kadar klotho darah terhadap risiko penyakit kardiovaskular aterosklerotik dan kematian kardiovaskular pada pasien PGK. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa genotipe GA memiliki kadar klotho darah yang lebih rendah daripada genotipe GG. Pada pasien dengan PGK non-dialisis, genotipe klotho GA dikaitkan dengan penurunan kadar klotho plasma. Selain itu, penulis menemukan bahwa penurunan kadar klotho plasma dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular aterosklerosis dan kematian kardiovaskular. Hal ini disebabkan karena penurunan kadar klotho plasma akan menurunkan pengeluaran fosfat melalui urine yang selanjutnya menyebabkan penumpukan kadar fosfat darah. Interaksi antara fosfat dan kalsium darah akan menyebabkan kalsifikasi dinding pembuluh darah. Selain itu, penurunan klotho darah akan menurunkan nitric oxide (NO) yang menyebabkan kerusakan endotel. Penurunan kadar klotho juga berhubungan dengan stres oksidatif dan inflamasi kronis. Ketiga hal ini akan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular aterosklerosis dan pada akhirnya akan berkontribusi pada kematian kardiovaskular khususnya pada pasien PGK.

Penulis: Mochammad Thaha dan Hendri Susilo

Dosen Fakultas Kedokteran Unair – Rumah Sakit Unair

Artikel Ilmiah Populer ini diambil dari artikel dengan judul: The Role of Klotho G395A Gene Polymorphism in Atherosclerotic Cardiovascular Disease and Mortality Risk Scores in Non-dialysis Chronic Kidney Disease.

Link artikel asli dapat dilihat pada: https://inabj.org/index.php/ibj/article/view/1975


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *