Mahasiswa UNAIR Sabet Juara 3 pada CommFiesta National Debate Competition 2022

UNAIR NEWS – Prestasi tidak habis-habisnya ditorehkan oleh Mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR). Kali ini, hal tersebut didapatkan oleh Yogi Lesmana. Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) tersebut meraih juara tiga sekaligus Top 10 speaker pada CommFiesta National Debate Competition 2022.

Kegiatan tersebut merupakan kompetisi debat tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Andalas. Pada tahun ini, CommFiesta mengangkat tema “Celebrating Our Diversity by Introducing Our Extraordinary Tourism”.

“Lomba ini terbilang sangat ketat dibanding lomba debat lainnya, banyak tim yang sangat ter-highlight, terutama ada peserta yang pernah juara World University Debating Championship, KDMI, dan masih banyak lagi,” paparnya kepada UNAIR NEWS (24/11/2022).

Dalam pertandingannya, Yogi menggandeng dua mahasiswa dari dua universitas yang berbeda. Menurutnya, kolaborasi merupakan hal baik. Pada kolaborasi, ia mampu mendapatkan relasi, pengalaman, serta pembelajaran yang lebih luas serta berwarna.

“Lomba ini bersifat terbuka dan diperbolehkan untuk setim lintas kampus. Saya berkolaborasi dengan mahasiswa dari Universitas Padjadjaran dan Universitas Hasanuddin,” ujarnya.

Dalam perlombaannya, debat dijalankan selama dua hari. Hari pertama kami awali dengan Pra-eliminasi. Para peserta diberikan mosi dalam perdebatan. Diantaranya,  mosi bertemakan harapan dan cita-cita pada Pra-eliminasi pertama, komersialisasi indigenous island pada Pra-eliminasi kedua, perpolitikan Indonesia pada Pra-eliminasi ketiga, serta mosi  bertema seni pada Pra-eliminasi terakhir. Dalam tahap tersebut, Yogi  bertengger pada posisi ketiga.

“Hasil ini memastikan kami lanjut ke hari berikutnya, menang dengan keputusan mutlak  3-0  di babak delapan besar membuat kami lolos semifinal dan terpaksa harus terhenti disitu setelah dikalahkan,” tambahnya.

Kekalahan dibabak semifinal tidak membuat Yogi dan Tim putus asa. Mereka berjuang pada perebutan juara 3. Akhirnya, mereka keluar sebagai pemenang dengan keputusan split 2 – 1 serta ia mendapatkan predikat Top 10 Best Speaker. Secara kumulatif, mereka melewati tujuh babak selama dua hari.

Selain itu, menurut Yogi, debat sangat menitik beratkan pada literasi dan berpikir kritis. Penting bagi kita untuk selalu riset untuk mengetahui isu terkini di media serta luangkan waktu untuk membaca dan berdiskusi. Baginya, progresivitas dalam kompetisi debat membuat iklim kompetisi makin sulit dan memaksa kita untuk belajar lebih keras.

“Hal lain yang tidak kalah penting adalah membangun kemistri tim. Makanya, penting bagi kita untuk latihan bersama, sparing, dan evaluasi, sebab ini adalah lomba tim yang artinya harus membentuk satu kesatuan,” pungkasnya.

Penulis: Afrizal Naufal Ghani

Editor: Nuri Hermawan


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *