Hati Ronaldo Benar-benar Ambyar Saat Bayinya Meninggal

Manchester

Cristiano Ronaldo masih belum bisa beranjak dari kematian bayinya. Hati bomber Portugal itu hancur karena harus kehilangan putra yang amat dinantinya.

Ronaldo mencurahkan keluh kesahnya dalam wawancara dengan jurnalis Inggris, Piers Morgan. CR7 mengungkapkan kekesalannya atas apa yang dialami di Manchester United.

Dalam wawancara tersebut, Ronaldo mengaku geram dengan sikap MU pada masa pramusim. Dia saat itu absen karena alasan keluarga, tapi pihak klub meragukannya.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO RESUME CONTENT

Padahal, Cristiano Ronaldo kala itu masih dalam suasana berduka. Salah satu anak kembar yang dikandung pasangannya, Georgina Rodriguez, meninggal saat dilahirkan pada April 2022.

Satu bayi Ronaldo lainnya selamat dan menjalani perawatan tiga bulan di rumah sakit. Ronaldo mengaku kesal karena MU tidak menunjukkan sikap empati atas duka yang dialami keluarganya.

“Itu mungkin momen tersulit yang pernah saya alami dalam hidup saya sejak ayah saya meninggal. Ketika Anda memiliki anak, Anda mengharapkan semuanya normal, tetapi Anda memiliki masalah itu… itu sulit,” kata Ronaldo kepada Piers Morgan.

“Itu adalah momen yang sulit, karena kami tidak mengerti mengapa ini terjadi pada kami. Itu sulit. Sebenarnya, sukar memahami apa yang terjadi pada saat itu. Sepakbola tidak berhenti, kami memiliki banyak kompetisi. Namun itu yang paling sulit yang kami alami, terutama Gio. Susah sekali,” sambungnya.

“Terkadang saya mencoba menjelaskan kepada keluarga dan teman terdekat saya bahwa saya tidak pernah merasa bahagia dan sedih pada saat yang sama. Sulit untuk menjelaskannya.”

“Anda tidak tahu apakah Anda akan menangis atau tersenyum, karena itu adalah sesuatu yang Anda tidak tahu bagaimana harus bereaksi, Anda bingung harus berbuat apa… Gio pulang dan anak-anak saya di rumah bertanya ‘di mana bayi yang satunya, di mana bayi yang lainnya’,” Ronaldo mengungkapkan.

Cristiano Ronaldo mengubur bayinya dengan cara kremasi. Abunya disimpan bersama dengan abu ayahnya di sebuah kapel yang dibangun di ruang bawah tanah rumahnya.

(bay/rin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *