BPBRIN UNAIR Fasilitasi Start-Up Bertemu Investor

UNAIR NEWS – Badan Pengembangan Bisnis Rintisan dan Inkubasi Universitas Airlangga (BPBRIN UNAIR) menyelenggarakan kegiatan yang mempertemukan investor dengan start-up binaan Inkubator Bisnis dan Teknologi UNAIR. Kegiatan itu bertajuk Airlangga Startup Business Matching dan Matchmaking 2022.

Kegiatan itu berpeluang membuka jalan start-up untuk mengembangkan serta memperluas jaringan bisnisnya. Start-up yang akan bergabung dalam kegiatan ini berasal dari berbagai macam latar belakang, baik dari startup berbasis IT dan non-IT.

Acara yang diselenggarakan di Hall Majapahit Gedung Airlangga Sharia and Entrepreneurship Education Center (ASEEC) pada Rabu (23/11/2022) itu mengusung tema Let’s Build Collaborative Synergy & Respective Investment. Harapannya, dapat terbentuk kolaborasi yang baik antara start-up dan investor.

Kegiatan dibuka oleh Direktur Keuangan UNAIR Dr Ardianto SE MSI AK CMA CA. Ia menyampaikan bahwa dengan memperhatikan start-up, potensi-potensi yang ada nantinya dapat berdampak bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Oleh karena itu, UNAIR berkomitmen mengembangkan potensi melalui acara serupa.

“Potensi pertumbuhan start-up di Indonesia sangat besar. UNAIR berkomitmen mendukung potensi tersebut melalui acara seperti ini,” ujar Ardianto.

Setelah dibuka oleh Ardianto, investor dapat melihat produk-produk startup selama 45 menit. Nantinya startup mendatangi meja investor untuk melakukan speed dating selama 1 jam untuk mencapai kesepakatan antara investor dan pihak start-up.

Kegiatan itu dihadiri oleh berbagai macam start-up, di antaranya terdapat Gelatah yang merupakan produk dari mahasiswa UNAIR, Vaskular Indonesia yang bergerak di bidang kesehatan, dan masih banyak lainnya. Sementara investornya yakni PT Bursa Efek Indonesia, Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BSI, dan masih banyak lagi.

Di akhir acara, ada beberapa kesepakatan antara investor dan start-up, yakni Bank Syariah Indonesia cabang UNAIR dan Giarus yang melakukan kerja sama dalam bentuk distributor dengan maksimal 10 juta rupiah untuk nasabah prioritas. Selain itu, ada beberapa kesepakatan yang terjadi yaitu adanya pendanaan, pembinaan, dan bentuk-bentuk kerja sama produk. (*)

Penulis : Muhammad Ghufron Ariawan

Editor  : Binti Q. Masruroh


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *